Bismillahirrokhmanirrokhim.
Assalammu’alaikum Wr Wb.
Salam Bahagia dari eNJei anah ya J Semoga Alloh senantiasa menjadikan kita semua hamba-hambaNya yang
pandai bersyukur. Amin amin ya robbal’alamin. Bertemu lagi kita sahabat-sahabat
pembaca blogku, dalam sesi yang berbeda.
Tak terasa waktu bergulir perlahan tapi pasti, telah mengantarkan diri
ini dari masa lalu ke masa kini. Cukup singkat sekali memang hidup kita di bumi
Alloh ini. Terkadang kita sebagai manusia lebih sering luput daripada
bersyukur. Atas apa yang Alloh swt telah berikan kepada kita sebagai
hamba-hambaNya.
Sahabat-sahabatku, pada hari ini aku ingin berbagi. Maukah kalian
mendengarkan isi dalam perasaanku saat ini ? Baiklah, terima kasih atas
kesediannya. eNJei berharap sahabat-sahabat membaca kata demi kata dalam blog
ini secara perlahan dan penuh penghayatan. Tidak perlu terburu-buru
sahabat-sahabatku. Tenangkan diri sejenak dan awalilah dengan basmalah. J
Begini sahabat-sahabatku. Dalam setiap perjalanan kehidupan ini
tentulah kita sebagai manusia biasa merasakan banyak sekali keterbatasan.
Terkadang kita merasa menyerah dengan masalah-masalah kehidupan yang kita
hadapi. Apapun bentuk dan macam-macam dari masalah itu, bisa besar-kecil, semuanya
banyak ragamnya. Padahal sejatinya dengan masalah yang kita hadapi justru
menuntut kita sebagai manusia untuk dewasa. Tetapi terkadang, kita melupakan
Alloh untuk dilibatkan dalam segala problema yang kita hadapi.
Berkecambuk berbagai kekhawatiran yang merundungi diri ini. Setiap
manusia antara yang satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda dan ada
kalanya bisa saja sama dalam hal kekhawatiran yang dirasakan. Mulai dari
persoalan hidup dari masalah ekonomi, keluarga, lingkungan tempat tinggal,
persahabatan, hingga konflik yang berasal dari dalam diri sendiri.
Saat ini, sahabat-sahabatku, sungguh miris diri ini. Ketika
menyaksikan berbagai berita yang tersaji dari berbagai media, mulai dari cetak,
televisi, hingga online. Betapa tidak merasa miris sahabat-sahabatku, di luar
sana bahkan tanpa kita sadari mungkin, banyak sekali perilaku amoral yang
terjadi pada generasi penerus bangsa yang masih berusia muda.
Muncul dari dalam perasaan
ini, begitu memilukannya perilaku-perilaku amoral generasi penerus bangsa dan
negara Indonesia tercinta ini. Harus bagaimanakah kita sebagai bagian dari
penerus bangsa yang peduli terhadap negara Indonesia tanah airku tercinta bisa
memberikan sumbangsihnya dalam membantu memperbaiki moral teman-teman yang
salah dalam bertindak, berdampak tidak hanya untuk pribadinya tetapi juga orang
lain bahkan bangsa dan Negara Indonesia ini.
Lantas terbersit dalam pikiranku sahabat-sahabatku. Aku,
Nurjanah_eNJei anah sebagai penulis yang ingin menjadikan apa yang aku lakukan
bermanfaat bagi banyak orang salah satunya melalui karya-karyaku. Amin amin ya
robbal’alamin.
Pertama, ide itu bertema
mengenai “Merengkuh Matahari Jiwa”.
Kedua, tentang “Menanam Biji Kehidupan”.
Ketiga, mengenai “Menebarkan Cinta Illahi”.
Keempat, “Menjadi Mataharinya Bulan”.
Kelima, “Sosok Panglima Dambaan”.
Keenam, “Menenun Moral Kepribadian”.
Ketujuh, “When You and Me”.
Kedelapan, “Menghidupkan Sejarah Hidup”.
Kesembilan, “Penawar Segala Racun Kehidupan”.
Kesepuluh, “Kembali dalam Semesta”.
Itulah ide-ide yang Alloh telah tunjukkan lantaran otakku. Diri ini
hanya bisa berusaha secara maksimal dan senantiasa berdo’a. Perkara hasil
biarlah Alloh Swt yang mengurusnya. Aku juga hanya menyebutkan temanya saja. Semoga
sahabat-sahabat sekalian berkenan dan tidak kecewa. Terima kasih yang
setulusnya diri ini sampaikan. Sampai bertemu di sesi selanjutnya ya. Tetap semangat
sahabat-sahabatku. Salam bahagia.
Wassalammu’alaikum Wr wb.
