Minggu, 29 Mei 2016

Setangkup Modal Awal






Bismillahirrokhmanirrokhim.
Assalammu’alaikum Wr Wb.
Salam Bahagia dari eNJei anah ya J Semoga Alloh senantiasa menjadikan kita semua hamba-hambaNya yang pandai bersyukur. Amin amin ya robbal’alamin. Bertemu lagi kita sahabat-sahabat pembaca blogku, dalam sesi yang berbeda.
Tak terasa waktu bergulir perlahan tapi pasti, telah mengantarkan diri ini dari masa lalu ke masa kini. Cukup singkat sekali memang hidup kita di bumi Alloh ini. Terkadang kita sebagai manusia lebih sering luput daripada bersyukur. Atas apa yang Alloh swt telah berikan kepada kita sebagai hamba-hambaNya.
Sahabat-sahabatku, pada hari ini aku ingin berbagi. Maukah kalian mendengarkan isi dalam perasaanku saat ini ? Baiklah, terima kasih atas kesediannya. eNJei berharap sahabat-sahabat membaca kata demi kata dalam blog ini secara perlahan dan penuh penghayatan. Tidak perlu terburu-buru sahabat-sahabatku. Tenangkan diri sejenak dan awalilah dengan basmalah. J
Begini sahabat-sahabatku. Dalam setiap perjalanan kehidupan ini tentulah kita sebagai manusia biasa merasakan banyak sekali keterbatasan. Terkadang kita merasa menyerah dengan masalah-masalah kehidupan yang kita hadapi. Apapun bentuk dan macam-macam dari masalah itu, bisa besar-kecil, semuanya banyak ragamnya. Padahal sejatinya dengan masalah yang kita hadapi justru menuntut kita sebagai manusia untuk dewasa. Tetapi terkadang, kita melupakan Alloh untuk dilibatkan dalam segala problema yang kita hadapi.
Berkecambuk berbagai kekhawatiran yang merundungi diri ini. Setiap manusia antara yang satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda dan ada kalanya bisa saja sama dalam hal kekhawatiran yang dirasakan. Mulai dari persoalan hidup dari masalah ekonomi, keluarga, lingkungan tempat tinggal, persahabatan, hingga konflik yang berasal dari dalam diri sendiri.
Saat ini, sahabat-sahabatku, sungguh miris diri ini. Ketika menyaksikan berbagai berita yang tersaji dari berbagai media, mulai dari cetak, televisi, hingga online. Betapa tidak merasa miris sahabat-sahabatku, di luar sana bahkan tanpa kita sadari mungkin, banyak sekali perilaku amoral yang terjadi pada generasi penerus bangsa yang masih berusia muda.
Muncul  dari dalam perasaan ini, begitu memilukannya perilaku-perilaku amoral generasi penerus bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Harus bagaimanakah kita sebagai bagian dari penerus bangsa yang peduli terhadap negara Indonesia tanah airku tercinta bisa memberikan sumbangsihnya dalam membantu memperbaiki moral teman-teman yang salah dalam bertindak, berdampak tidak hanya untuk pribadinya tetapi juga orang lain bahkan bangsa dan Negara Indonesia ini.
Lantas terbersit dalam pikiranku sahabat-sahabatku. Aku, Nurjanah_eNJei anah sebagai penulis yang ingin menjadikan apa yang aku lakukan bermanfaat bagi banyak orang salah satunya melalui karya-karyaku. Amin amin ya robbal’alamin.
Pada saat ini, ada berbagai ide bermunculan di otakku sahabat-sahabatku. Apakah sahabat-sahabatku mau tahu itu ? Baiklah, terima kasih atas kesediaannya. Diri ini berharap, dari apa yang Alloh tunjukkan melalui ide-ide itu, Alloh juga meridhoinya untuk bisa lahir sebagi karya nyata yang bisa dibaca dan ilmunya ditularkan untuk semua orang. Sehingga banyak orang yang merasakan manfaatnya. Diriku sangat menyadari dan mempercayai wahai sahabat-sahabatku, bahwa apa yang terjadi pada diriku atas kehendak Alloh Swt. Sekecil apapun hal itu, diri ini sangat percaya bahwa Alloh yang mengaturnya. Tugasku sebagai manusia hanya berusaha dan berdo’a. Urusan hasil, biarlah aku serahkan pada Alloh Swt yang Maha Menguasai Saegalanya. Sahabat-sahabatku inilah ide-ide yang sempat terbersit dalam pikiranku atas izin Alloh Swt.
Pertama,  ide itu bertema mengenai “Merengkuh Matahari Jiwa”.
Kedua, tentang “Menanam Biji Kehidupan”.
Ketiga, mengenai “Menebarkan Cinta Illahi”.
Keempat, “Menjadi Mataharinya Bulan”.
Kelima, “Sosok Panglima Dambaan”.
Keenam, “Menenun Moral Kepribadian”.
Ketujuh, “When You and Me”.
Kedelapan, “Menghidupkan Sejarah Hidup”.
Kesembilan, “Penawar Segala Racun Kehidupan”.
Kesepuluh, “Kembali dalam Semesta”.
Itulah ide-ide yang Alloh telah tunjukkan lantaran otakku. Diri ini hanya bisa berusaha secara maksimal dan senantiasa berdo’a. Perkara hasil biarlah Alloh Swt yang mengurusnya. Aku juga hanya menyebutkan temanya saja. Semoga sahabat-sahabat sekalian berkenan dan tidak kecewa. Terima kasih yang setulusnya diri ini sampaikan. Sampai bertemu di sesi selanjutnya ya. Tetap semangat sahabat-sahabatku. Salam bahagia.
Wassalammu’alaikum Wr wb.